Selasa, 30 Desember 2014

novel Kau aku dan sepucuk angpao merah


Kau aku dan sepucuk angpao merah Rp. 67.000
Membaca novel, ibarat kita berpesiar memasuki jalan kehidupan orang lain, termasuk mengecap suka dan duka yang turut mewarnai. Kemampuan penulis dalam mendeskripsikan situasi, menghubungkan satu peristiwa dan peristiwa lainnya dalam jalinan apik yang terikat satu sama lain pastinya akan membuat kita betah untuk terus menyimaknya. Dan sejenis bom atau kejutan di banyak tempat yang diletakkan oleh penulis dalam novel ini, menjadikannya sungguh seru dan menyegarkan.

Di sisi lain, novel ini juga bertabur hikmah dan pesan bijak yang terbungkus amat rapi dalam setiap peristiwa, sehingga memungkinkan kita mendapatkan berbagai pencerahan darinya

Kali ini, Tere Liye mengambil latar kehidupan nyata nan bersahaja di tepian Sungai Kapuas. Yang adalah kehidupan para pengemudi perahu kayu kecil bermotor di Sungai Kapuas yang dikenal dengan istilah sepit ( diambil dari kata speed) berikut penduduk yang melingkupinya. Para tokoh yang multi ras ( penduduk asli Pontianak, warga keturunan Cina, Batak, Dayak, dan Melayu ) yang hidup berdampingan dalam suasana kekerabatan yang erat menjadi salah satu pesan yang dikirimkan sang penulis.